Rabu, 29 Juni 2011

Cara Burung Terbang

Burung


Burung merupakan binatang bertulang belakang (vetrebarata) yang berkembang biak dengan bertelur. Hampir seluruh tubuhnya berbulu, tapi ada juga yang botak sebagian seperti burung pemakan bangkai. Suhu tubuh burung antara 38 - 45 derajat Celcius. Didunia ini terdapat kira-kira 8.600 spesies burung.

Karakter fisik burung

Burung umumnya mempunyai kemiripan yaitu memiliki bulu, sayap, cakar, paruh dan tubuh yang kuat untuk terbang maupun berlari (ada sebagian burung yang tidak bisa terbang).

Bulu burung

Bulu burung terbuat dari material yang ringan dan fleksibel yang di sebut dengan keratin yang memiliki kekuatan untuk mengangkat dan dengan mudah kembali ke bentuk awalnya. jumlah bulu di tubuh burung di perkirakan 1.000 sampai 25.00 helai.

Pada bagian tengah bulu burung terdapat sebuah tangkai pusat keras berbaling-baling, yang terdiri dari sepasang cabang di kedua ujungnya. Sepasang cabang ini disebut kait. Kait tersebut memiliki panjang dan kekuatan yang berbeda-beda, sehingga memungkinkan burung mengangkasa di udara.

Dari setiap kait terdapat rambut-rambut yang disebut “barbula.” Barbula tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pada barbula ini terdapat pengait-pengait kecil. Barbula ini saling terkunci karena kait-kait seperti sebuah ritsleting.

Kait-kait ini terkatup bersama seperti dua lajur ritsleting. Barbula-barbula disatukan oleh kait-kait tersebut sedemikian rupa sehingga asap pun tidak dapat melewatinya. Jika kait-kait ini terbuka, burung cukup menggoyangkan tubuhnya atau mengocok bulunya dengan paruh agar bulu-bulu itu kembali seperti keadaan semula.

Agar dapat bertahan hidup, burung harus senantiasa menjaga bulunya tetap bersih, rapi, dan siap digunakan. Untuk merawat bulunya, burung menggunakan kantung minyak yang terletak di dasar ekornya. Mereka mengambil minyaknya dengan paruhnya, kemudian membersihkan dan memoles bulunya. Bagi burung-burung perenang, minyak ini mencegah air agar tidak membasahi kulit ketika kehujanan atau berada di air.

Satu hal lagi, burung-burung dapat mencegah hilangnya panas tubuh dengan menggoyang-goyangkan bulu mereka dalam cuaca dingin. Sementara, saat cuaca panas, burung mempertahankan kesejukan tubuh dengan melicinkan bulu-bulu mereka.


Setiap kelompok bulu pada suatu bagian tubuh tertentu memiliki fungsi-fungsi khusus. Misalnya, bulu di bagian bawah dan bulu yang terletak di sepanjang sayap dan ekor memiliki bentuk yang berbeda. Bulu-bulu ekor yang besar digunakan untuk mengemudi dan mengerem.

Guna mempertahankan kemampuan terbangnya, burung-burung merontokkan bulu mereka beberapa kali setahun. Bulu yang robek cukup besar atau bulu rusak yang tidak berfungsi dengan baik diperbarui dengan cepat.

Paruh dan cakar

Paruh dan cakar burung mempunyai bentuk yang berbeda. Burung tidak memiliki gigi untuk memakan mangsanya sebagai gantinya burung memiliki paruh yang kuat. Bentuk paruh burung di pengaruhi oleh makanan yang akan dimakan oleh burung. Begitupun dengan cakar bentuknya juga tergantung dari kegunaan dan fungsinya.

Tubuh Burung

Tubuh burung memang di rancang untuk memiliki kemampuan terbang. Setiap bagian tubuh burung dengan berat yang minimal memiliki kemampuan terbang yang maksimal. Contohnya rangka burung tersusun dengan jumlah tulang yang paling sedikit diantara hewan lainya. Tulang burung juga ringan bahkan ada yang lebih ringan dari bulunya, keras dan pipih.

Tulang terkuat dan terbesar berada pada tulang dada dan bahu yang berguna sebagai tempat untuk mengepakan sayap burung. Otot burung pun sangat istimewa, karena posisi otot yang kuat diletakan pada bagaina yang berfungsi terbang yaitu otot dada dan otot bahu.

Bagaimana cara burung terbang

Sayap burung berbentuk airfoil, sehingga udara yang mengalir pada bagian atas sayap burung lebih cepat dari pada yang di bawah sehingga tekanan diatas lebih rendah dari tekanan dibawah sayap. Burung terbang dengan cara mengepakan sayapnya. Saat sayap burung di kepakan, udara akan di dorong kebawah. Dorongan kebawah akan menghasilkan gaya yang berlawanan sehingga mengangkat tubuh burung keatas. Untuk mengendalikan gerakan baik menukik, membelok, burung menggunakan ekornya.

Saat bulu sayap terentang luas saat burung terbang, wilayah permukaan meluas dan daya angkat pun meningkat. Ketika burung mengepakkan sayapnya ke bawah, bulu-bulu ini saling mendekat dan mencegah udara melewatinya. Ketika sayap mengangkat ke atas, bulu-bulu itu terbuka lebar dan membiarkan udara melewatinya.

Gaya dorong (trust) untuk menambah kecepatan juga dihasilkan dari mengepakan sayapnya. Gaya dorong juga didapat saat burung mengembangkan kedua sayapnya, karena bulu burung yang berada pada pagian paling ujung sayapnya bisa berfungsi seperti propeler pesawat terbang. Selain itu untuk mengambang di udara burung memanfaatkan pergerakan udara keatas akibat perbedaan temperatur (thermal). Jadi burung dapat menghemat tenaganya dengan hal-hal tersebut.

Untuk mendarat burung mulai memperlambat kepakan sayapnya dan melebarkan sayapnya (mifip flap pada sayap pesawat) sehingga gaya angkat lebih besar, bulu ekor pun dikembangkan yang berfungsi sebagai rem yang memungkinkan burungpun bisa mendarat lebih lembut.
by : http://berita-iptek.blogspot.com/2008/08/cara-burung-terbang.html

Selasa, 28 Juni 2011

Cinta itu ilmiah, kata ilmuwan




Cinta itu ilmiah, kata ilmuwan

Leovdworp/stock.xchng
Peneliti dari Syracuse University, Profesor Stephanie Ortigue, menemukan ada 12 area pada otak yang bekerja pada saat seseorang jatuh cinta. Kedua belas area itu menghasilkan bahan kimia, seperti dopamine, oxytocin, adrenalin, dan vasopression, yang berujung pada euforia. Rasa cinta juga memengaruhi fungsi psikologi, metafora, dan penilaian fisik.

Jadi, cinta itu berasal dari hati atau otak? "Pertanyaan yang selalu sulit dijawab. Saya berpendapat asalnya dari otak," kata Ortigue. "Contohnya, suatu proses di otak kita bisa menstimulasi hati. Beberapa perasaan dalam hati kita sebetulnya merupakan gejala atas proses yang terjadi di otak."

Penelitian lain mendapati peningkatan jumlah darah dalam faktor penumbuh untuk syaraf yang memegang peranan penting dalam cara orang bersosialisasi. Hal ini menghadirkan fenomena yang disebut dengan "cinta pada pandangan pertama". Hal ini dikonfirmasi oleh temuan Ortigue yang menyebutkan kalau cinta bisa hadir dalam waktu seperlima detik.

Ortigue menjelaskan dengan memahami cara orang jatuh cinta dan putus cinta, para peneliti bisa mengembangkan terapi baru. "Kita bisa mengerti penyakit putus cinta," kata Ortigue.

Studi Ortigue juga mendapati ada bagian otak yang berbeda untuk tipe cinta yang berbeda. Cinta tanpa syarat, contohnya cinta seorang ibu pada anaknya, dipicu oleh aktivitas otak di bagian umum dan pada tempat yang berbeda-beda, termasuk otak tengah. Cinta yang bergairah antara kekasih melibatkan area kognitif, bagian yang mengharapkan imbalan, dan penilaian fisik.

Senin, 27 Juni 2011

Catatan Perjalanan SIMBOL 2011


            Kamis, 2 Juni 2011 Biologi UNJ 2010 mengadakan Studi Ilmiah 2011 di Taman Wisata Alam Telaga Warna Cibulao, Jawa Barat. Kami bertiga Ade Mulyati,Yuni, dan saya sendiri dari Kelompok Perairan 2 sudah tiba di kampus pukul 07.30 WIB. Anggota kami seharusnya berjumlah 5 orang namun karena satu dan lain hal rekan kelompok kami Monica dan Shanty membatalkan kepergiannya bersama kami. Alhasil, kami hanya bertiga, sempat tersirat rasa kecewa karena kelompok kami yang paling sedikit anggotanya. Tapi kita bertekad bahwa kami pasti kompak walau hanya bertiga.
            Sesuai jadwal seharusnya kami berangkat pada pukul 08.00 WIB , akan tetapi kami berangkat pukul 10.00 WIB. Perjalanan pun dimulai , kami dan peserta lain beserta panitia berangkat menggunkan tronton. Segala barang bawaan dimasukkan satu persatu ke dalam tronton dan kami pun duduk di dalam tronton dengan berbagai posisi demi sebuah kenyamanan karena trontonnya penuh muatan .ada yang duduk di temapat duduk, lesehan dibawah ,hingga menduduki cariel. Awal pejalanan cukup lancar,banyak dianta kami yang bersenda gurau dan bercerita.Ada juga yang langsung memilih memejamkan matanya dan memanfaatkan waktu perjalanan ini untuk tidur, termasuk kami bertiga. Di tengah perjalanan tronton kami pun terjebak macet , suatu hal yang wajar karena hari ini hingga sabtu merupakan libur panjang akhir pekan sehingga jalur puncak menjadi ramai . Saat kemacetan terjadi keadaan di dalam tronton sangat panas, kami pun tidak sepenuhnya tidur dengan nyenyak. Beruntung kemacetan tidak berlangsung lama ,kami pun melanjutkan perjalanan dan tiba di lokasi pukul 14.30 WIB.
            Setibanya di sana kami disambut oleh sejuknya udara puncak dan keindahan kebun teh yang membentang hijau di sepanjang kawasan Telaga warna ini. Kami pun berjalan menanjak menuju lokasi perkemahan dan mulai disiapkan untuk membangun tenda.pad aawalnya kami mengalami sedikit kesulitan namun beruntung kakak- kakak panitia menolong kami untuk mendirikan tenda . Selesai tenda didirikan, kami pun membuat parit disekeliling tenda untuk menagalirkan air jika hujan turun. Kami berharap hujan tidak turun selama kami berkemah di sini, namun kami lebih berharap jika memang hujan turun tenda kami tidak bocor dan kami tetap terlindung. Dalam selang waktu tersebut kami bertiga bergantian untuk solat zuhur dan menjama solat ashar.
            Setelah itu kami diberi waktu hingga pukul 16.30 Wib untukberes- beres dan istirahat makan. Kami pun menggunkan kesempatan tersebut untuk makan perbekalan yang kami bawa dari Jakarta dan merapihkan tenda kami . Acara selanjutnya adalah bertemu mentor untuk sharing- sharing. Mentor kami adalah Kak Aris dengan Asisten Mentor Ka Noor dan Kak Singgih sebagai pendamping kami. Kami bertiga mencari mereka untuk sharing- sharing tentang observasi yang akan kami lakukan besok namun ternyata mereka sedang pergi tracking mencari lokasi untuk observasi besok. Akhirnya kami ditemani oleh Kak Daniar dan Kak Tina, Sekitar pukul 17.30 WIB mereka baru datang dan kami pun berdiskusi mengenai hal- hal yang akan kita lakukan saat observasi besok. Sharing- sharing berjalan dengan sanatai dan penuh dengan canda tawa, tanpa terasa adzan maghrib berkumandang, waktunya untuk sholat dan acara sharing- sharing pun diakhiri. Kami pun bergegas untuk sholat maghrib di sebuah saung dan selanjutnya kami kemabali ke tenda untuk membaca Al-qur’an sejenak dan dilanjutkan dengan makan malam . Untuk kali ini kami mendapat jatah makan yang disediakan oleh Sie. Konsumsi .
            Pukul 19.00 adalah waktunya untuk sahring- sharing dengan dosen , untuk kali ini Pak Paskal yang mengisi dan beliau bercerita banyak tentang Biologi dan sangat menarik . Satu jam pertama rasa kantuk belum terasa , tetapi satu jam berikutnya rasa kantuk mulai menlanda. Kami bertiga pun menhanannya hingga acara ini selesai tepat pada pukul 21.00 WIB dan sekarang waktunya kami kembali ke tenda dan beristirahat. Kami pun mengatur posisi sedemikian rupa agar kami bertiga bisa tidur dengan nyaman di dalam tenda dome yang sempit. Kami pun kedatangan tamu yaitu Septi dari kelompok Anveg yang akan tidur bersama kami malam ini. Dengan berbagai strategi akhirnya kami menemukan cara untuk dapat tidur dengan nyaman.
            Jum’at , 3 Juni 2011 Pukul 04.00 WIB , kami harus bangun untuk bersiap –siap sholat subuh .Saat bangun entah kenapa badn kami tersa sakit mungkin karena tidur kami yang seperti ”ikan pepes” atau lelah di hari kemarin. Tapi kami tetap semangat dan bergegas bangun untuk sholat subuh. Pukul 06.00 WIB kami sarapan pagi dan pukul 07.00 WIB kami bersiap untuk melakukan observasi , kami pun berkumpul dengan mentor , assisten mentor, dan pendamping. Semua alat dan perlengakapan yang akan dibawa pun kami persiapkan.
            Lokasi pertama yang kita datangi adalah telaga wrna yang terletak di depan perkemahan kami. Rencananya kami akan mengambil sampel  plankton dari telaga tersebut. Plankton net, alat yang akan kami gunakan ternyata rusak, kami pun tak putus asa dan mencari berbagai cara lain untuk tetap mengambil sampel plankton dari telaga tersebut denagn memodifikasi planktonet tersebut. Dengan semangat kami pun mendapatkan sampel plankton yang dimasukkan ke dalam 3 botol film yang kami bawa. Senang sekali rasanya karena telah berhasil. Lokasi selanjutnya adalah aliran sungai kecil yang cukup jerni jika dilihat oleh pandangan mat. Nah kali ini kami ingin mengambil sampel makrozoobenthos . Di tempat ini kami menemukan berbagai nimfa dan beberapa larva dan cacing. Beberapa jenis berhasil kami identifikasi seperti cacing Planaria sp , nimfa lalat sehari perenang, dan lain- lain.  Di tempat ini juga kami menemukan anggang- anggang dan kumbang putar, keduanya adalah serangga air. Setelah puas mengobservasi di lokasi ini , kami pun berpindah ke lokasi selanjutnya . Ternyata lokasi selanjutnya cukup jauh dan kami harus mendaki bukit yang dikelilingi oleh kebun teh. Setibanya di lokasi ini hanya ada sedikit aliran air, namun cacing Planaria  sp sangat mudah di temukan di sini. Ini adalah lokasi terakhir dan kami pun kembali turun ke perkemahan. Perjalanan yang cukup melelahkan namun tak tersa karena kami selalu bersenda gurau di sepanjang perjalanan.
            Pukul 10.30 WIB ,Setibanya di perkemahan kami beristirahat sekaligus makan siang dan selanjutnya mengolah data yang sudah kami dapat dan mencari ide untuk judul proposal yang akan kami buat. Pukul 13.30 WIB kami kembali berkumpul dengan mentor dan mencoba untuk mengidentifikasi sampel yang kami dapat. Sampel nimfa sebagian berhasil kami identifikasi menggunakan buku identifikasi . Namun sayang, sampel plankton tidak berhasil kami identifikasi karena keterbatasan alat. Suasana saat itu sedang mendung sehingga mikroskop cahaya yang kami bawa tidak dapat digunakan. Setelah mengidentifikasi kami pun menentukan judul untuk proposal penelitian dan menyusun proposal tersebut.
            Pukul 19.00 Wib adalah waktunya untuk diskusi setiapkelompok mempresentasikan proposal penelitian mereka . Malam itu kami sangat ngantuk sekali, sehingga kami kurang berkonsentrasi mendengarkan presentasi. Kelompok kami pun mempresentasikan proposal penelitian kami yang berjudul “Indeks Kualitas Air berdasarkan Keanekaragaman Makrozoobenthos Perairan Tawar di Taman Wisata Alam Telaga Warana”. Acara diskusi dan presentasi berakhir pada pukul 21.00 WIB  , dan kami pun bersiap untuk beristirahat malam. Masih dengan kondisi dan strategi yang sama untuk tidur malam ini dan masih dengan orang yang samaa kami bertiga dan Septi.
            Sabtu, 4 Juni 2011 , Pukul 04.00 WIB kami pun bangun dan bersiap untuk sholat subuh . Dilanjutkan dengan sarapan pagi dan packing karena hari ini adalah hari terakhir dan kami akan kembali ke Jakarta. Pagi ini Kelompok Perairan 2 kebagian jatah piket untuk menccuci alat- alat konsumsi. Kami pikir hanya sedikit ternyata cukup banyak , bersama kelompok Perairan 1 dan Mamalia 1 kami pun bekerja bakti untuk mencucu perlengkapan konsumsi. Setelah itu kami membereskan tenda dan melipatnya kembali. Acar Simbol ini ditutup dengan foto bersama . Kami pun meninggalkan Cibulao pada puku 11.00 WIB dperjalan pulang cukup lancar dan cepat kami pun tiba di Kampus B UNJ pada pukul 13.45 WIB.
             Pengalaman yang sanagt menyenangkan bagi kami bertiga bisa mengikuti acara Simbol 2011 ini,walaupun rasa lelah tak dapat disembunyikan. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat bagi kami.



Ini nih foto kami bersama mentor 


Kalo yang ini foto teman- te,man dari PBR 2010